Erick Kurniawan’s Paradise

Ngalur-ngidul à la Erick

A Beautiful Woman

Posted by Erick Kurniawan on 20 March 2012

a31803018c6e53e5cb5cbba093aaa9dc_woman

A poem by Jasmine Nkrumah, poet, Baylor University

What do we want to be?

Girls grow up to be superstars, shining only in the eyes of their stuffed teddy bears

They want to be singers, confessing their souls into hairbrushes

Or dancers, speaking the laughs and cries of life through the different angles formed with their body

Or models… stomping out infamous insecurities down runways with 5 inches of plastic courage

But see me

I was always the girl that wanted to be the blue power ranger

Because I never liked the color pink

I was the girl that would fight a boy if he perceived me as anything other than beautiful.

I was… no I am the woman whose heart is carved out of gold

Whose blood resembles the love of my Father

I am the courage birthed from women who worked through stains on their confidence

But with distinctive determination, they breathed in a dream

A dream of generational blessings

So when you ask me “What do you want to be?”

I will always answer “I want to be 31”

No, I’m not striving to reach an age that the media will betray and portray to us as “the golden years”

No, I pray to God each day… To make me 31.

I pray to make me virtuous.

To make me so priceless that no rock could buy my heart out

I pray to give me a man that won’t grow green with envy and in turn throw green at me just to keep me.

Because I am a woman who does not need money to love

I pray for Him to make me the owl that never sleeps

Because the world will always need to be nurtured

And with the hands I am blessed to have, I pray he makes me the world’s best gardener

So I can bear nothing but good things with a simple touch.

I pray for Him to make my arms strong

So that after a day of ridicule, I can still carry the world’s expectations on my back

And not care for any one of them

Because I. Am. Beautiful.

I pray for Him to make me flexible so my hand can stretch far enough to touch the poor and the needy.

I pray for Him to make me out of the heaviest wool, so that after the coldest of winters in life, I am still able to keep my loved ones warm.

I pray to have modesty bathe me in my clothes; to never appear on top of the world when there is only one throne for only one Divine Being.

I pray to not make me stale like idle bread, but to make me fresh as the sweetest of fruit

“Favor is deceitful, and beauty is vain: but a woman that fears the LORD, she shall be praised.”-Proverbs 31:30

So, even as an old woman, struggling to get out of bed, I will ask My Lord.

“Jesus, when I grow up, I want to be 31”

Source: http://live31.org/a-poetic-testimony/

All the praise & glory to GOD

Posted in Religious | No Comments »

L.O.V.E

Posted by Erick Kurniawan on 7 February 2012

Biarlah gambar ini yang berbicara :)

madison-and-lily-are-best-friends

Bagaimana dengan kita?

Apakah kita masih mengenal kasih?

Apakah kita masih mau menunjukkan kasih pada sesama?

Atau… sudah hilangkah kasih karena tertimbun oleh ego pribadi?

All the praise & glory to GOD

Posted in Tak Berkategori | No Comments »

Damai Bagimu

Posted by Erick Kurniawan on 25 December 2011

nativity

Sstt…
Bayi itu sedang tidur
Dalam buaian ibu-Nya yang penuh kasih
Malam sunyi
Dan hewan ternak mendekam dalam kandang
Diam menyembah tanpa suara

Sstt…
Dunia menjadi begitu tenang
Hati kita penuh dengan kedamaian
Membawa penyembahan yang tiada batasnya

Sstt…
Perlahan bumi berputar hingga malam berganti pagi
Dan suara lonceng serta nyanyian agung terdengar tanpa henti
Damai sejahtera di bumi
Di antara orang yang berkenan kepada-Nya

Selamat Natal
Semoga damai, kasih, sukacita, dan harapan selalu beserta kita
Dan jadilah berkat yang indah bagi dunia
Amin…

All the praise & glory to GOD

Posted in Religious | No Comments »

Christmas Gifts Before Christmas

Posted by Erick Kurniawan on 15 December 2011

Kira-kira satu minggu sebelum Natal, seorang bapak kedatangan tamu. Bapak itu sedang bersiap-siap untuk tidur ketika ia mendengar suara berisik di ruang tamu. Ia lalu membuka pintu kamar & menjadi amat terkejut, Sinterklas tiba-tiba muncul dari balik pohon Natal.

Sinterklas tidak tampak gembira seperti biasanya. Malahan bapak itu melihat ada air mata di sudut matanya. “Apa yang sedang anda lakukan?” Bapak itu bertanya. “Saya datang untuk mengingatkan kamu… AJARILAH ANAK-ANAK!” kata Sinterklas. Bapak itu menjadi bingung; apa yang dimaksudkannya?

Kemudian dengan suatu gerak cepat, Sinterklas memungut sebuah tas mainan dari balik pohon. Sementara bapak itu berdiri dengan bingung, Sinterklas berkata, “Ajarilah anak-anak! Ajarilah mereka arti Natal yang sebenarnya, arti yang sekarang ini telah dilupakan oleh banyak anak.”

Sinterklas merogoh ke dalam tasnya & mengeluarkan sebuah POHON NATAL mini. “Ajarilah anak-anak bahwa pohon cemara senantiasa hijau sepanjang tahun, melambangkan harapan abadi seluruh umat manusia, semua ujung daunnya mengarah ke atas, mengingatkan kita bahwa segala pikiran kita di masa Natal hanya terarah pada surga.”

Kemudian ia memasukkan tangannya ke dalam tas & mengeluarkan sebuah BINTANG cemerlang. “Ajarilah anak-anak bahwa bintang adalah tanda surgawi akan janji Allah berabad-abad yang silam. Tuhan menjanjikan seorang Penyelamat bagi dunia, & bintang adalah tanda bahwa Tuhan menepati janji-Nya.”

Ia memasukkan tangannya lagi ke dalam tasnya & mengeluarkan sebatang LILIN. “Ajarilah anak-anak bahwa Kristus adalah terang dunia, & ketika kita melihat terang lilin kita diingatkan kepada-Nya yang telah mengusir kegelapan.”

Sekali lagi ia memasukkan tangannya ke dalam tasnya, mengeluarkan sebuah LINGKARAN lalu memasangnya di pohon Natal. “Ajarilah anak-anak bahwa lingkaran melambangkan cinta kasih sejati yang tak akan pernah berhenti. Cinta kasih yang terus mengalir - tidak hanya pada saat Natal tetapi sepanjang waktu.”

Kemudian dari tasnya ia mengeluarkan hiasan SINTERKLAS. “Ajarilah anak-anak bahwa saya, Sinterklas, melambangkan kemurahan hati & segala niat baik yang kita rasakan sepanjang bulan Desember.”

Selanjutnya ia mengeluarkan sebuah HADIAH & berkata. “Ajarilah anak-anak bahwa Tuhan demikian mengasihi umat-Nya sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal…”

“Terpujilah Allah atas hadiah-Nya yang demikian mengagumkan itu. Ajarilah anak-anak bahwa para majus datang menyembah Sang Bayi Kudus & mempersembahkan emas, kemenyan, & mur. Hendaknyalah kita memberi persembahan & menyembah-Nya dengan semangat yang sama seperti para majus.”

Sinterklas kemudian mengambil tasnya, memungut sebatang PERMEN coklat berbentuk tongkat, & menggantungkannya di pohon Natal. “Ajarilah anak-anak bahwa batangan permen ini melambangkan para gembala. Sekali waktu seekor domba berkelana pergi meninggalkan kawanannya & tersesat. Gembala itu kemudian pergi mencari domba itu sampai menemukannya, lalu menuntunnya kembali. Batangan permen ini mengingatkan kita bahwa kita adalah penjaga saudara-saudara kita. Sekali waktu orang-orang yang telah lama pergi meninggalkan gereja membutuhkan pertolongan untuk kembali ke pangkuan gereja. Selayaknyalah kita berdaya upaya untuk menjadi gembala-gembala yang baik & menuntun mereka pulang ke rumah.”

Ia memasukkan tangannya lagi ke dalam tas & mengeluarkan sebuah boneka MALAIKAT. “Ajarilah anak-anak bahwa para malaikatlah yang mewartakan kabar sukacita kelahiran Sang Penyelamat Dunia. Para malaikat itu bernyanyi dengan penuh sukacita, “Kemuliaan bagi Allah di surga & damai di bumi bagi manusia.” Sama seperti para malaikat di Betlehem, kita patut mewartakan Kabar Gembira tersebut kepada sesama.

Sekarang Sinterklas kelihatan gembira. Ia memandang bapak itu & matanya telah bersinar kembali. Ia berkata, “Ingat, ajarilah anak-anak arti Natal yang sebenarnya. Jangan menjadikan saya pusat perhatian karena saya hanyalah hamba dari Dia yang adalah arti Natal yang sebenarnya. Kemudian, secepat datangnya, lalu Sinterklas tiba-tiba pergi.

Sinterklas telah datang untuk membawa hadiah kepada bapak itu & anak-anaknya - suatu hadiah yang luar biasa. Sinterklas telah membantu bapak itu untuk mengingat kembali arti Natal yang sebenarnya - arti kedatangan Yesus ke dunia. Bapak itu kemudian tahu bahwa Natal ini akan menjadi salah satu Natal yang terindah, karena IMANUEL - TUHAN BESERTA KITA!

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yesaya 7:14)

All the praise & glory to GOD

Posted in Religious | No Comments »

Sabar…

Posted by Erick Kurniawan on 22 November 2011

Belakangan ini, saya menemukan beberapa hal yang luar biasa di dunia maya. Salah satu temuan saya berupa comic strip yang telah saya publikasikan di postingan sebelumnya. Saya sangat bersyukur karena merasa apa yang saya temukan tersebut sudah direncanakan Tuhan sebelumnya. Saya juga bahagia karena semuanya itu memberi inspirasi & dorongan bagi saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tapi saya tidak ingin menyimpan berkat itu untuk diri saya sendiri. Saya ingin membagikannya dengan harapan agar dapat bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya.

Kali ini saya ingin membagikan sebuah cerita yang sangat menarik mengenai kesabaran di dalam sebuah relationship. Walaupun berasal dari sumber yang berbeda, tapi saya merasa cerita ini & comic strip yang saya temukan seperti saling berhubungan. Well, God’s work is amazing, right, hahaha. Saya menemukannya dari sebuah blog, dimana cerita ini merupakan pengalaman langsung dari si empunya blog. Jadi akan lebih mengena buat kita (paling ga, saya pribadi merasa seperti itu, hehehe). Yang pasti, ga mudah untuk membangun kesabaran, apalagi menjalaninya secara konsisten, termasuk di dalam sebuah relationship. Tapi kalo itu merupakan hal yang baik untuk dilakukan & akan menghasilkan sesuatu yang baik pula, saya rasa kita perlu terus mencoba & melatihnya. Ga hanya di dalam sebuah relationship aja kesabaran itu bermanfaat. Dengan menjadi pribadi yang sabar, kita semua dapat menjalani kehidupan sosial yang lebih baik. Hati menjadi damai. Kita juga akan selalu bisa berpikir dengan jernih & tenang, sehingga terhindar dari prasangka negatif & saling menghakimi satu sama lain :D

Ok, sepertinya pendahuluannya ud mulai panjang. So, silakan membaca cerita di bawah ini. Semoga bermanfaat, enjoy the story, & be blessed…

I think over the many years of dating and break-ups, if there’s anything I learnt about loving someone and being in a relationship, it’s patience.

It’s not about how sweet you can be, how much gifts you give, or even how much you’re willing to do for your loved one.  It’s about how patient and understanding you can be when things aren’t going right, when someone does something that makes you angry, sad, or hurt.

If I think over every single argument I’ve had in the past, and the break ups,  most of the time, if only one side could be more patient and understanding, everything could’ve been prevented.

It’s actually really easy to treat someone nicely, it’s easy to do a lot of sweet things for someone, it’s easy to shower someone with love and gifts.  But it’s so hard, so hard, to be understanding and patient when things aren’t going the way you want.  It took me so many years to try to learn this, and even now I can’t say it’s easy, but I know I’m trying.

In this relationship, I lose in almost every argument I have with my girlfriend :) . Not because I have no sense of principle or opinion.  It’s because I think that for almost every argument, it’s not really important who wins, deep inside, most of us all know what’s right and wrong.  It’s just at the heat of the moment, we become stubborn, or we let our emotions take over our logic and we argue.  In the past, every time I win an argument, after it’s all over, I know deep inside who was right and who was wrong.  If you care and love someone, try to just let little meaningless things go, sometimes even let the big things slide… just a piece of my mind :) (hj-story.com/post/1103534639/patience)

All the praise & glory to GOD

Posted in Tak Berkategori | 3 Comments »